Abstract
Adolescents are one of the nutritionally vulnerable groups. At this time, adolescents enter the second phase of rapid growth and then physical growth declines as young adults enter. Problems that arise in adolescents are undernutrition and overnutrition. One that is related to nutritional status is nutrient intake which is very influential on a person's nutritional status. Nutrient intake is influenced by eating habits and eating patterns of adolescents themselves. The purpose of this study was to determine the description of macronutrient intake and nutritional status at the Putri Hidayatullah Islamic Boarding School, Ternate City. The type of research used is descriptive research. The sampling technique used total sampling with a total sample of 29 people. The tools used were Microtoise, Bathroom Scale and form food recall 24. The results showed that the intake of macronutrients, as many as 28 people (96.6%) with less energy intake, 29 people (100.0%) with less protein intake, 16 people (55.2%) with more fat intake and 26 people (89.7%) with less carbohydrate intake. There were 25 people (86.2%) with normal nutritional status. It was concluded that from the results of the respondents had less protein intake and most had less energy and carbohydrate intake. On the other hand, most of these teenagers have good fat intake with normal nutritional status.
References
- Achadi. (2010). Gizi dan Kesehatan Masyarakat, Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI). Raja Grafindo Persada: Jakarta.Google Scholar ↗
- Almatsier, S. (2010). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.Google Scholar ↗
- Amelia, A. R., Syam, A., & Fatima, S. (2013). Hubungan Asupan Energi dan Zat Gizi Dengan Status Gizi Santri Putri Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah. Universitas Hasanuddin, MakassarGoogle Scholar ↗
- Azrimaidaliza, A., & Purnakarya, I. (2011). Analisis Pemilihan Makanan pada Remaja di Kota Padang Sumatera Barat. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal), 6(1), 17-22.Google Scholar ↗
- Fahmia, N. I., Mulyati, T., & Handarsari, E. (2012). Hubungan Asupan Energi dan Protein dengan Status Gizi pada Penderita Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa Rawat Jalan di RSUD Tugurejo Semarang. Jurnal Gizi, 1(1).Google Scholar ↗
- Gandy, Madden, A., & Holdsworh, M. (2014). Gizi dan Dietetik. Jakarta: EGC.Google Scholar ↗
- Graha, K. C. (2010). Kolestrol. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.Google Scholar ↗
- Hardinsyah, & Supariasa. (2016). Ilmu Gizi Teori dan Aplikasi. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.Google Scholar ↗
- Makalew, Y. M., Kawengian, S. E., & Malonda, N. S. (2013). Hubungan antara Asupan Energi dan Zat Gizi dengan Status Gizi Anak Sekolah dasar Kelas 4 dan Kelas 5 SDN 1 Tounelet dan SD Katolik St. Monica Kecamatan Langowan Barat Manado: Skripsi.Google Scholar ↗
- Muchlisa, & Indiasari, R. (2013). Hubungan Asupan Zat Gizi Dengan Status Gizi Pada Remaja Putri. Universitas Hasanuddin, Makassar.Google Scholar ↗
- Nova, M., & Yanti, R. (2018). Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dan Pengetahuan Gizi dengan Status Gizi pada Siswa Mts. s An-nurkota Padang. JURNAL KESEHATAN PERINTIS (Perintis's Health Journal), 5(2), 169-175.Google Scholar ↗
- Nur’aini, F., & Wiyono, S. (2012). Hubungan Antara Asupan Energi, Protein dan Infeksi Kecacingan dengan Status Gizi Anak Usia Sekolah Dasar di Daerah Kumuh Perkotaan RW 10 Kelurahan Angke Kecamatan Tambora Jakarta Barat. Jurnal Penelitian, 6(2).Google Scholar ↗
- Purwaningrum, S., & Wardani, Y. (2012). Hubungan antara Asupan Makanan dan Status Kesadaran Gizi Keluarga dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sewon I, Bantul. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(3), 144-211.Google Scholar ↗
- Setiyaningrum, Z. (2017). Hubungan Asupan Energi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Status Gizi Balita di Puskesmas Klego 1 Boyolali. Universitas Muhammadiyah Surakarta.Google Scholar ↗
- Sofiatun, T., Manti, S., & Indiasari, R. (2017). Status Gizi, Asupan Zat Gizi Makro, Aktivitas Fisik, Pengetahuan dan Praktik Gizi Seimbang Pada Remaja Prodi Ilmu Gizi. Universitas Hasanuddin, Makassar.Google Scholar ↗
- Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.Google Scholar ↗
- Sulistya, K. (2013). Hubungan Tingkat Asupan Energi dan Protein Dengan Kejadian Gizi Kurang Anak Usia 2-5 Tahun. Jurnal Gizi, 2(1).Google Scholar ↗
- Sulistyoningsih, H. (2012). Gizi Untuk Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta: Graha Ilmu.Google Scholar ↗
- Sumardilah, D., Masra, F., & Nugroho, A. (2010). Hubungan Tingkat Konsumsi Makanan dengan Status Gizi Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Di Bandar Lampung Tahun 2009. Jurnal Kesehatan, 1(1).Google Scholar ↗
- Supariasa, I. D. N. (2010). Penilaian Status Gizi (Edisi Revisi). Jakarta: Buku Kedokteran EGC.Google Scholar ↗
- Zuhdy, N. (2015). Hubungan Pola Aktivitas Fisik dan Pola Makan dengan Status Gizi Pada Pelajar Putri SMA Kelas 1 Di Denpasar Utara. Universitas Udayana, Denpasar.Google Scholar ↗
- Zulfa, F. (2011). Hubungan Kebiasaan Konsumsi Fastfood Modern dengan Status Gizi (BB/TB Z-Score) di SD Al-Muttaqin Tasikmalaya. Peran Kesehatan Masyarakat dalam Pencapaian MDG’s di Indonesia. Prosiding, 12.Google Scholar ↗